Jumat, 20 Desember 2013

Indahnya Kegelapan



TERHENUNG, INTROSPEKSI, BERFIKIR KRITIS
DIBUNGKUS SEPI
BERKENALAN DENGAN DIRI SENDIRI, BICARA BEBAS
TANPA SUARA DALAM SUNYI
TENANG, MATA TERBUKA, HITAM
‘TAK MELIHAT SATU PUN KEBUSUKAN
‘TAK MENDENGAR DUSTA-DUSTA

BENAR, DI LUAR SANA, DI LUAR KEGELAPAN
MEREKA BIADAB!, DI ANTARA KERAMAYAN BIADAB!
MEREKA HINA DI TENGAH KEHINAAN

LEBIH BAIK DI SINI
MENYENDIRI, MENGHAYAL, BERMIMPI
‘TAK ADA DOKTRIN
‘TAK ADA DOGMA
BERFIKIR DINAMIS DENGAN LOGIKA
TIDAK MISKIN IDE
‘TAK MENGENAL RUPIAH
ERAT DENGAN DIALEKTIKA
KETERBUKAAN TANPA KEPALSUAN
INDAHNYA MERENUNG SEMUA INI
INDAHNYA DALAM KEGELAPAN

TERDAMPAR



Ku ingin terbang tinggi bebas
Ku ingin merasakan dengan lepas
Satu hal bersama ambisi panas
Taklukkan dunia
Bersiap menahan napas

Ku tak’ ingin takluk terdampar
Oleh setip duri dari indahnya mawar
Ku peduli saudara yang lapar
Kekejaman dunia
Ku tak’ ingin semua terasa hambar

Nyata dan tetap terasa palsu
Di antara tekanan yang bisu
Tetesan air mata tanpa usapan tisu
Sisi lain dunia
Mereka dalam hukum tetap sebagai palu

RETAK



Berjalan dalam lorong nan gelap
Ada beberapa orang diantara
Hening tanpa saling menyapa
Satu lukisan terlihat oleh mata
Indah dalam kebisuan
Tatapan dengan wibawa
Dikepala peci berwarna hitam
Damai tanpa berani bersuara

Lantai yang ku injak berdebu
Dinding penuh corak kotor
‘tak ada yang membersihkan dan terasa tua
Ku melihat jaring laba-laba
Siap menjebak mangsa
Dengan jurus tipu muslihat
Kejujuran hampir ‘tak ada
Dia menarik walaupun jahat

Sudah berjam-jam dalam ketidaknyamanan
Mereka pun sama
Diam dan ada yang menangis
Ku melihat ada yang tersenyum sinis

Aku nyaman melihat kembali yang pernah kualami
Sekaligus mencari inspirasi
Tetapi inisiatif telah pudar
Semua orang terasa introgatif
Walau tanpa suara
Walau tanpa sapa
Terasa dingin dan pikiran panas
Aku merasa sama sekali tidak cerdas

Umur hanya sekedar angka
Jangan biarkan moral tercukur
Dalam  Setiap langkah anak tangga
Jangan biarkan nurani terhambat
Izinkan waktu “mengamankan” lara
Jarak antara bermoral dan jahat
Adalah mulut dengan mata
Jangan biarkan hati menjadi botak
Jangan biarkan semua roboh
Walaupun sudah terlihat retak!

ASAP BERFIKIR



(SS-2432013)
Terbakar tanpa perlawanan, oleh api dengan pasrah, menimbulkan asap yang dapat dinikmati dalam gelapnya malam. Mulut termanjakan, bersama cairan kafein yang nyaman melewati cerobong tenggorokan. Menjadikan jantung seolah bass-drum dengan temponya yang cepat. Pergejolakan pikiran dapat menjadi lebih kompleks dan ketenangan bisa memilah, introspeksi dan meraih apa yang diinginkan.

Terbungkus rapih, di dalamnya campuran tembakau berbaris dengan elegan, dengan ditemani oleh cengkeh yang membuat aroma menjadi lebih indah. 1,8MG nikotin menjadi sahabat sejati dengan 32MG tar di dalam dirinya. Lahir dan tumbuh di daerah pegunungan udara yang bersih dan segar.

Berfikir bebas dan segar pula bersama mereka, tentang hari ini, kemarin dan esok. Sendiri dan mengurung diri di ruangan penuh dengan kebulan asap mereka yang terbang melayang-layang lambat, dan keluar melalui jendela untuk hilang diterpa angin.

Kebingungan janganlah menjadi buntu di tengah jalan panjang pikiran, waktu akan mengempit jika kita tersesat, bebaskanlah suara hati yang akan mati dikebiri. Cari lah jalan lain menuju ke sana, tidak ada jalan yang salah, karena hidup ini adalah pembelajaran.

“Asap Berfikir” teman ini ku namai, lebih dikenal oleh orang banyak dengan sebutan polusi udara. Baik untuk ku’ dan sangat menggangu untuk mereka.

Ku’ gendong satu lagi dari bungkus mereka ke jemari, di antara telunjuk dan jari tengah untuk ku’ bakar kembali, aku butuh asap berfikir ini agar mendapatkan jalan keluar yang baik untuk ku’ dan tidak merugikan orang lain, semoga pergejolakan berfikir ini dibantu oleh kerendahan hati bukan kesombongan diri yang akan merusak rencana kompleks tadi.

PENGETATAN IKAT PINGGANG


Dunia di sini hampir segalanya sudah terlihat canggih dan luar biasa. Hidup ini berjalan sesuai cita-cita terkadang berlari. Tidak perlu lagi kita bersusah payah karena sudah ada berbagai macam alat untuk menunjang. Semua terkecukupi tidak ada yang biasa.. Instan.. Kita sudah sejak lama dapat berpergian jauh hanya membutuhkan waktu minim, bahkan manusia sekarang sudah bisa melayang di udara dengan besi, baja, dan mesin menyerupai burung. Gedung-gedung besar nan mewah bertebaran, malam hari cahaya lampu mereka sangat mengagumkan.. Menyilaukan.. Bahkan di Eropa sana pernah ku dengar ada kota yang ‘tak pernah tidur, kota abadi dan kota surga dunia.

Semua sempurna dilihat mata.. sempurna akan kemewahan dan kemegahan.. kemewahan dan kemegahan yang dominan dilihat mata.. semua orang melihat dan mempercayai apa yang dilihat dan dipercayai oleh yang dominan.. 

Peradaban manusia..

Namun di belahan bola Dunia yang lain di Bumi sama, segalanya sudah terlihat hancur, dan rusak. Hidup ini sesuai dengan kegagalan, tidak perlu sedikit pun bersantai-santai karena sudah ada banyak halangan untuk memaksa agar mengetatkan ikat pinggang.. Miris.. tidak mengenal kata “modern” yang luar biasa?, bahkan di sini setiap penduduknya harus berjalan berkilometer untuk mendapatkan air dan masih bercocok tanam. Kita sudah sejak lama mendengar dan memahami kekeluargaan, saling pengertian dan gotong royong, tetapi kata-kata itu juga sudah lama terkubur dalam, di bawah tanah kotor yang busuk, dan tumbuh kata individualistik, juga dari tanah yang sama.. Bobrok.. Gedung-gedung raksasa nan seram mengancam, malam hari di telapak kaki mereka banyak orang bertahan hidup dengan gerobaknya.. Menyedihkan.. Bahkan di kampung sini pun ada WC bersama, dapur kumuh bersama, jelas terlihat mata tadi segalanya menyerupai neraka.

Keduanya sama-sama sempurna.. ?  (SS-2432013)